Hore..bisa ngeblog lagi. Setelah kurang lebih seminggu berada dalam kondisi tidak layak pakai #loh. Sakitnya juga gak disangka-sangka. Saya mikirnya sakit biasa aja, demam-demam mahasiswa. Dan biasanya 1-2 hari yah udah selesai. Ternyata tidak seperti yang diduga, pemirsa. Saya..tepar #pingsan.
Hari Rabu kemarin (1Juni2011) saya mulai pusing-pusing, mual dan tenggorokan sakit. Tapi saya menganggap itu cuma sakit-sakit biasa. Pengaruh cuaca yg tidak bersahabat (cuaca di Surabaya memang musuhan sama saya sejak pertama kali tinggal dimari,gaaaan :mad:), banyak aktifitas, dan kondisi kesehatan yg lagi nge-drop. Rabu malam minum procold, udah mulai baikan. Hari Kamis masih sempat jenguk mbak Rina yang baru aja melahirkan. Emang, di tempat mbak Rina mulai demam lagi dan udah ga tahan pengen pulang dan tidur. Tapi karena dasarnya saya yang senang main, ngumpul n jalan ama teman-teman, kalau lagi bareng teman-teman serasa masih sehat walafiat :ngakak
Sampai di kostan, udah lemas banget. Nyari persediaan obat-obatan, dan nemu Paracetamol. Setelah minum Paracetamol, udah mulai keringatan dan ngantuk. Maka tidurlah saya pada pukul 23.00 WIB. Tumben...:p
Jam 3 subuh saya panik luar biasa, karena demam yang tidak seperti biasanya. Ditambah lagi saya menggigil dan muntah. Karena di kost-an lagi kosong (oiya, kebetulan lagi libur cuti bersama, anak-anak kostan pada pulang semua) maka selepas sholat subuh, sy kirim sms ke teman kuliah "Ratih" untuk minta tolong diantar ke Rumah Sakit. Dan karena lagi cuti bersama, maka tidak ada dokter spesialis yang praktek dan harus langsung ke IGD.
Masuk ke IGD ada dokter umum, dan katanya harus periksa darah. Nunggu beberapa menit, saya diperbolehkan pulang karena kata dokternya : "oh cuma demam biasa, tidak apa2" Padahal perut saya sakitnya luar biasa. Leher sakit dan lemas minta ampun.
Petualangan pun dimulai :-)
Di IGD ada Ratih, Rurry dan Sonny. Setelah ambil obat, maka ditemenin 3 orang-teman-Ergo-yang-luarbiasa-baiknya, saya diantar pulang dan ditemenin makan bubur. Buburnya ini bedaaa banget dibandingkan bubur-bubur biasanya. Bisa dibilang ini adalah bubur untuk orang sakit. Biasanya, bubur ayam itu ada kaldunya. Tidak cuma bubur dan ayam aja. Tapi kali ini, bubur yang kami makan adalah bubur yg bener-bener bubur. Tidak ada kaldu dan rasanya hambar. Kecuali ditambahin kecap dan penyedap lainnya. Cuma saya yang lahap makan bubur itu, Rurry-Sonny-Ratih akhirnya ikutan makan dengan perasaan tertekan (bisa dilihat dari wajah ketiganya.Hahaha). Sehingga, makanan ini kami beri nama : BUBUR PERJUANGAN.

Ini adalah bubur perjuangan :p
Dan selama kami di tempat makan bubur, penuh dengan tawa. Karena entah kenapa, kami mulai membahas nama motor masing-masing. Awalnya yg sudah memiliki nama cuma motornya Ratih (wowwow) dan mobilnya Rurry (zota). Karena Sonny belum punya nama, ada sih, tapi namanya sok keren gitu :p
Atas dasar Pancasila dan UUD 1945 serta rasa nasionalisme kami yang cukup tinggi *lebay gila* maka kami memberi nama kepada mereka :
1. motor Sonny = Syahrini [motonya Sonny gede dan bohaaay]
2. motor Diaz = Anang [lemah lembut]
ada juga Raul Lemos, Atta, Widyawati.
Dan pada saat itu, perut saya bertambah sakit karena ketawa tidak berhenti. hahaha
Sampai sore hari, demam belum turun dan sakit perut makin menyiksa. Di kost tetap di temani Ratih, sedangkan Sonny dan Rurry tetap mantau dengan selalu mengirimkan sms(-_-!). Lepas Magrib, Rurry dan Sonny datang ke kostan untuk beli bubur perjuangan lagi. Ratih dijemput sekalian mereka makan malam di luar. Ternyata dalam perjalanan membeli bubur, mereka sudah sepakat untuk membawa saya ke Rumah Sakit (-_-!). Saya diangkut ke RS dengan alasan tidak ada perubahan setelah minum obat. Awalnya saya tidak mau, bahkan amat sangat tidak mau, tapi katanya kalau saya tidak mau, Sonny bakalan masuk ke kostan dan ikat kaki saya, Rurry dan Ratih juga akan mengikat tangan saya *sungguh lebay,sodara2.hahaha*.
Maka, saya menerima ajakan ke Rumah Sakit Siloam *pasrah.pasrah*
Sesampai di RS, dan atas saran dari orang tua saya, maka kami mencari dokter spesialis penyakit dalam. Di RS Siloam ada 2 dokter spesialis penyakit dalam : dr.Budi dan dr.Hadi. Awalnya saya memilih dr.Budi karena alasan yang tidak perlu dipaparkan disini *halah*, namun karena dr. Budi tidak ada di tempat, maka saya konsultasi dengan dr. Hadi.
Kira-kira seperti ini percakapan saya dengan dr. Hadi :
Dokter (dr) : Selamat malam (sambil senyum manis). Keluhannya apa?
Saya (sy) : nyeri di perut, demam,bla bla bla..(menceritakan semua keluhan saya, sesuai dengan saran Rurry untuk cerita semua.)
dr : Silahkan baring, sy periksa tekanan darah, suhu badan, perut, dan tenggorokannya.
Setelah diperiksa dokter, ternyata ada radang di tenggorokan, radang lambung, dan harus istrahat dulu. Daaaan, yang membuat saya kaget adalah saya tidak boleh mengkonsumsi obat dari RS sebelumnya karena itu adalah obat sakit kepala yang ada efek penenangnya. Pantas saja setelah minum obat itu, saya sering merasa seperti ada "gempa". Kata dr. Hadi itu adalah efek obat yang biasa dirasakan oleh pasien yang tidak terbiasa dengan obat penenang.
Kemudian dokternya berkata seperti ini :
dr : Untung cepat ke sini. Penyakitnya bisa didiagnosa dan tidak mengkonsumsi obat itu.
sy : Iya,dok. Karena saya merasa tidak ada perubahan, makanya saya berinisiatif ke sini.
Setelah dikasih resep obat dan surat keterangan dokter, saya keluar dan bertemu Ratih, Rurry dan Sonny di ruang tunggu. Dan saya menceritakan percakapan itu, kami tertawa lagi. Karena saya sama sekali tidak berinisiatif ke RS, justru mereka yang maksa-maksa saya harus ke RS. Hahaha.
Hari Sabtu dan Minggu, alhamdulillah tenggorokan mulai membaik, nyeri di perut masih seperti biasa. Dan ketika Putri datang jenguk ke kostan, saya masih demam. Oiya, demam masih naik turun, apalg kalau malam hari. Lagi-lagi disini inisiatif teman-teman saya yang menganjurkan untuk kembali tes darah. Karena belum ada perubahan yang benar-benar signifikan. Sebenarnya saya tidak mau, masa harus tes darah lagi. Disuntik lagi pastinya (-__-!). Tapi Putri bilang gini : " Ma, kalau kamu ga mau tes darah, aku ga mau kenal lagi,Ma. suer,Ma".
Ya sudah kali ini saya pasrah untuk kedua kalinya. Dan saya yakin, darah saya normal senormal-normalnya. Selepas sholat Asar, bertiga bareng Putri dan Rurry menuju ke RS Siloam untuk tes darah. Hasil tes darah bisa diambil 2-2,5 jam lagi. Maka kami memutuskan untuk pulang ke kostan dan setelah sholat Magrib.
Setelah sholat Magrib, ditemenin Ratih, Rurry, Sonny ngambil hasil tes darah di Siloam. Dan teman-teman saya ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda bakalan sakit. Ratih udah flu n maag, Sonny keliatan mulai flu, Rurry lemas banget mukanya. Sampai di Siloam, ngambil hasil tes darah, ternyata hasilnya jauh dari normal. Banyak yang out of control. Karena hari itu adalah hari minggu, tidak ada dokter di laboratorium. Maka kami memutuskan untuk kembali lagi besok pagi. Sonny sempat ngomong : "Ma, kalau hasilnya kyk gini, kamu ga bisa hanya datang-konsultasi-pergi. Kamu mesti dirawat,Ma." Tapi waktu itu, lagi-lagi saya cuek :D ga mungkin rawat inap *peace,Sonny*
Keesokan harinya, berdua bareng Ratih ke RS Siloam untuk konsultasi lagi. Sampai di UGD, dokter ngeliat hasil tes darah, dan periksa kondisi tubuh saya, kemudian berkata : "Mbak, rawat inap ya. Gak bisa sembuh kalau kondisinya kayak gini. Udah 4 hari demamnya tidak turun. Jangan sampai ada penyakit yang tiba-tiba muncul lagi. Karena infeksi seperti ini mesti ditangani dengan baik".
Setelah dirundingkan dengan baik, Ratih yang ngomong ke keluarga saya *thankkkk yoouuuu,putri laut*, maka diputuskan saya rawat inap hari itu juga. Mulailah dipasangi infus yang menakutkan itu, untung saja dokternya ramah dan murah senyum dan selalu ngajak cerita, jadi gak terasa sakit *halah*.
Mulai dari registrasi, pembayaran menghubungi orang terdekat saya serahkan ke Ratih. Untuk pembayaran, saya ngasih aja kartu debit ke Ratih untuk digunakan kalau ada yang harus dibayar. *percaya RATIH 10.000%* Nunggu kamar disiapkan, saya melihat Ratih sudah sibuk minta ampun. Nerima telpon dari sodara-sodaraku, menjelaskan ke orang tua, dll.
Sampai-sampai dia ngomong kyk gini ke sodaraku :
"Saya Ratih,pak. Temannya mbak Irma. Mbak Irma harus opname di RS. Saya bukan penipu kok,pak. Saya diminta mbak Irma memberitahu ke keluarganya."
Dokter koass yang mendampingi saya di UGD ketawa dengar Ratih ngomong seperti itu. Iya sih, sekarang lagi maraknya penipuan yang mengatasnamakan orang sakit.
Selama di RS, saya sangat berterimakasih kepada teman-teman S2 TI-ITS. Mulai dari menyiapkan baju, minum, dan menjaga 24 jam di RS ditangani oleh mereka *terharu*. Kamar itu tidak pernah kosong, selalu rame karena ada teman-teman yang datang menjenguk. Disuapin makan, ditemenin ke kamar mandi kalau mau pipis, di tepuk-tepuk kalau mau tidur, dipasangin selimut, diambilin air minum, semuanya dibantu sama teman-teman S2.
Tiap malam saya ditemenin Yuli, karena Ratih harus kuliah pagi. Di RS juga saya belajar sholat dalam keadaan berbaring. Diajar tayamum yang benar oleh Yuli. Tiap malam dijenguk Sonny, Rurry, Dias,Lintang, Tri,dll. Diajak ngobrol, bahkan sampai ketawa-ketawa. Tapi setelah ketawa-ketawa, maka kepala saya pusiiiiiiiiiing sekali. Hahahah.
Yang datang jenguk rame banget. Semua teman-teman S2 TI-ITS menyempatkan datang (Kuntum, Arif, Mas Gun, Mas Taufik Nur, Pak Eddi, Suluh, Mbak Tika, Mbak Luki, Pak Lukman, Mbak Misra, dll..)
Ada satu hal yang lucu, pas dijenguk sama Mbak Luki, Mbak Margareth, Mbak Tika, mereka datang bawa galon. Hahaha. Galonnya itu mereka sendiri yang angkat. Subhanallah, baik sekali teman-temanku ini. Mbak Izzah juga datang, dengan style-nya yang khas maka tertawalah kami di RS. hihihi.
Banyak banget kebaikan-kebaikan teman-temanku kalau mau ditulis disini. Mereka sangat menakjubkan *saya tidak tau kata apa yang bisa mendeskripsikan mereka*.
Rurry yang baik hati membawakan kebutuhan-kebutuhan selama di RS, bareng Ratih dan Sonny menemani selama sakit.
Sonny yang setia menjadi supir dan selalu mengingatkan untuk istrahat dan makan yg teratur. Sejak sakit, selalu bersedia menemani kemana saja.
Diaz yang menemani di rumah sakit, ngantar ini itu.
Yuli yang menemani bobo di rumah sakit. Makasih banyak yaaaa :* :* Yang bela-belain nginap di RS menemaniku di malam hari.hahaha
Ratih yang sangat baik hati merawatku mulai dari IGD-kostan-Siloam. Saya sampai hari ini belum tau gimana caranya membalas kebaikan dek Ratih,Rurry, Sonny, Yuli,Dias,dll.
Karena saya nulis ini masih dalam kondisi "wajib bedrest", saya sedang mengalami pusing sekarang. Capek nulis banyak-banyak.
Biarlah foto yang berbicara :
Capek :hammer:
Cheers,
Inar






Tidak ada komentar:
Posting Komentar