Welcome


Selasa, 10 Januari 2012

Beyonce - The Best Thing I Never Had

Sepertinya saya terlambat melihat vidklip Beyonce yang The Best Thing I Never Had. Keren dan meaningful banget. Lagu ini membuat saya kembali ke lagu Beyonce yang If I Were A Boy, looks stunning! Best Thing I Never Had ini semacam memperlihatkan perasaan bersyukur karena telah melihat keburukan dari kekasihnya yang ternyata brengsek. Ouch.

You showed your ass and I, I saw the real you.
Thank God you blew it
I thank God I dodged the bullet
I'm so over you
So baby good lookin' out

Di videonya juga diperlihatkan acara promnight dengan kekasih lamanya, dan yang membuat saya amat tertarik dengan video The Best Thing I Never Had ini adalah dress, lingerie, hair style, makeup, etc. Perfect!
  • The Georgous Bridal Night Lingerie : Sexy! Ukuran tubuh Beyonce memang tidak sekurus Nicole Kidman atau sesintal body-nya Angelina Jolie. Tapi di video ini, Beyonce memakai Lingerie dari Agent Provocateur Penelope. Penelope basque ini memiliki kain tule dan renda yang berwarna putih, pengikat di pundak yang dapat disesuaikan dengan pemakai, cup dada pake underwired cup *ewwwww*, renda di cup dada, dan tali yang mengikat di samping sampai ke bagian bawah. Lingerie ini membuat Beyonce terlihat sangat sexy! Btw, bukan cuma Beyonce yang memakai produk dari Agent Provocateur ini, Britney Spears juga. Dan sumber dari Polyvore, harganya dalam Rupiah : Rp 2.367.295,-. Ewww.


  • Makeup and Nail : So natural and elegant. Di video ini, makeup Kakak Beyonce sangat natural, seperti traditional bride pada umumnya. Natural matte foundation yang pas sama warna kulitnya, eyeshadow yang tidak terlalu tajam pada ujung mata malah semakin memperlihatkan betapa cantiknya Beyonce, blush on yang warnanya lebih redup dibandingkan warna foundationnya, tapi akan dipertajam dengan warna lipgloss dan lipstick. PERFECT! Untuk mempertajam warna, cat kukunya berwarna emas dari China Glaze Midnight Kiss (LE). Warna lingerie yang putih, dekorasi ruangan yang didominasi dengan warna putih, bunga warna putih, kelihatan lebih menarik dengan warna kuku Beyonce.

  • Wedding Dress : Nah ini yang paling indah. Wedding dress V-Neck Style yang dipake Beyonce hasil rancangan Vera Wang, Ewww. Mau yang kayak gini juga T_T


Perfect!


Masih banyak yang indah-indah di video ini. Tiaranya, white flower, gaya rambutnya, dan masih banyak lagi. Btw, ada satu the most sexiest part on the video :

*nyari lingerie ah :))


Udah ah. Kebanyakan nulis ada yang bilang saya berimajinasi menjadi Beyonce. Hahahaha. Jleb. *cari shower


p3aC3, L0V3, and 94UL

inar

Senin, 09 Januari 2012

My Brother

It's 3.58 PM.
Vanessa Carlton's Heroes and Thieves was played in the background.

Beautiful rain outside. Waiting for my decision about my paper. Jriiittt. Masa di Malaysia, abstrak saya lulus, tapi di sini yang seminarnya di kampus yang sama juga tapi tidak diterima. Apa2an. Sombong. Hahaha.

Finally, here I am. Kampus MMT. Konon kabarnya membayar SPP 10jt/semester. Hahaha.

Setelah dikonfirmasi ke panitia, ternyata dari awal saya tidak mendapatkan email konfirmasi tentang pengumuman penerimaan abstrak. So, kemungkinan besar email saya mampir di Spam. Kok bisa? Saya kan pake email resmi TI-Unhas :( Hal-hal kecil seperti ini yang, jujur, bikin saya BT dan tidak konsentrasi. Many things to do. Dan untuk kepastiannya, saya harus menunggu hasil review yang akan disampaikan lewat email malam ini. Rrrrr. I hate waiting :( !
Dengan segala kesabaran hati, saya akan MENUNGGU.

Tidak ada yang bisa diajak BBMan, YMan, ataupun NGOBROLan *halah!*. Akhirnya, saya membuka blog kakak saya. Dia pernah menulis tentang saya. Maka, beberapa bulan terakhir ini kalau saya dalam kondisi galau dan sejenisnya, maka saya akan membacanya ulang. Senang rasanya, membaca tulisan kakak ku tentang saya :D

He said :


He wrote about me. My brother. The smartest one. Yang mengajariku bahasa Inggris dan main Gitar, yang memperkenalkan Mr.Big-NKOTB-MLTR-John Mayer-Jack Johnson-Depapepe-dll. Dan dari dia juga, saya mulai belajar menulis seperti ini.

Dan, kembali bersemangat \^_^/ Semoga kelak dapat suami yang pintar menulis seperti kakak ku ini. Aamiin.
Silahkan mampir ke blog kakak saya : http://icankzappa.blogspot.com/


cheers,

inar

Loving someone


Banyak sebenarnya yang ingin ditulis, tapi tapi tapi, ah sudahlah. Hahaha.

Welcome 2012! Banyak yang nulis tentang their wishes. Di twitter, di facebook, dan broadcast message *ini sudah keterlaluan*. Saya juga punya banyak harapan di tahun ini. Harapan yang saya harapkan terjadi di 2012 ini. Tapi, ternyata perlahan-lahan, musnah. Hahaha. Iya, saya tertawa. Karena, untuk apa menangisi hal-hal seperti ini? Sebelum orang lain yang menertawai kita, maka tertawailah dirimu sendiri. Hahaha. *Sambil ngemil sandal*

Jadi gini, tadi saya sempat memilih buku yang ingin saya baca lagi. Saya memang seperti ini, buku yang saya baca secara tiba-tiba pasti karena mood yang lagi naik turun, sebut saja galau. ih gak! Mungkin karena tadi juga sempat mampir ke www.istribawel.com milik Ninit Yunita, akhirnya saya memutuskan untuk membaca ulang Test Pack tulisan Ninit Yunita.

Novel ini tentang komitmen. Tentang arti mencintai, terlebih arti menerima apa adanya. Tata dan suaminya yang biasa dipanggilnya dengan sebutan Kakang. 7 tahun menikah, tapi mereka belum memiliki anak. Berbagai macam cara sudah dilakukan, mulai dari intens melakukan penyerbukan (ini istilah Tata yang bikin saya ngakak) yang intensif, mencoba segala cara berdasarkan Kamasutra milik Tata, bercinta berdasarkan shio, mengonsumsi toge, dan mulai mencoba memperbaiki pola hidup, seperti kebiasaan merokok dan minum kopi si Kakang. Minum kopi si Kakang mulai diganti dengan mint tea, dan untuk rokok, mungkin karena bukan hal mudah untuk berhenti merokok, maka diberlakukan aturan abu rokok tidak boleh ada di dalam rumah.

Tata adalah seorang pengacara, menikah dengan seorang Rahmat a.k.a Kakang yang seorang psikolog dan juga dosen. Kakang sangat mencintai Tata, bagi Kakang, getting married was not his decision, but getting married with Tata was his best decision. Begitupun dengan Tata, sangat mencintai mantan pacarnya yang penggemar berat Superman dan Hamdan ATT itu. Sampai pada suatu saat, dalam 7 tahun pernikahan mereka, Tata menyadari sesuatu, having children is the most precious thing in the world. Having children is priceless.

Btw, ini bukan sebuah book-review loh ya. Saya Cuma tertarik dengan pembahasan “komitmen” yang diangkat oleh Ninit Yunita ini. Lanjut.

Dengan berbagai macam cara untuk memiliki anak, dan hasilnya Tata tetap mendapatkan tamu bulanan di setiap bulannya, maka Tata mulai berpikir untuk tes kesuburan. Karena Tata sangat antusias dengan misi memiliki anak ini, maka Tata yang pertama kali melakukan tes kesuburan. Hasilnya : normal. Tata bisa hamil. Masalah tidak ada pada Tata.

Giliran Kakang yang harus melakukan tes kesuburan. Tes pertama, hasilnya : Infertil. Yup, Kakang tidak bisa memproduksi a hero sperm yang diharapkan oleh Tata. Karena untuk lebih meyakinkan, maka dilakukan tes 3 hari ke depan dengan syarat Kakang harus banyak istrahat supaya sperma yang dihasilkan optimal *angguk2*. Namun hasilnya tetap sama, Kakang infertil. Kakang memutuskan untuk tidak memberitahu Tata. Apalagi dengan usaha Tata selama ini yang ingin sekali memiliki anak, maka Kakang mengurungkan niatnya.

HIngga satu hari, Tata melihat hasil tes itu ada di saku baju Kakang. Betapa kagetnya Tata karena Kakang merahasiakan dan berbohong tentang tes kesuburan yang ternyata telah dia lakukan. Dan yang lebih mengagetkan lagi, Kakang positif infertil.

Everything is silence without children’s laugh. Mulailah pertengkaran antara Tata dan Kakang. Tata mulai merasa dengan aksi merahasiakan hasil tes, itu berarti Kakang memang tidak ingin punya anak, tidak mengerti usaha Tata untuk memiliki anak setelah 7 tahun pernikahan mereka.

“saya stres!”

“Saya juga stres! Tapi saya ingin terlihat tegar agar KAMU bisa berpegang pada saya. That’s what husbands do, Neng!”

“Kamu harusnya tabah dong, Neng, kalo kita emang nggak bisa punya anak.”

You know what? Bukan KITA yang nggak bisa punya anak…tapi KAMU!”

Tata pulang ke rumah orang tuanya.

Saya sangat menyukai part ini. Ketika Kakang mulai merindukan Tata. Ketika dia mulai kembali mendengar lagu kenangan mereka berdua Moon River – Frank Sinatra. Kakang mencari sesuatu yang bisa mengobati rasa rindunya ke Tata. Di lemari dia mendapatkan kaus putih yang biasa dipakai oleh Tata. Sarung bantal diganti dengan kaus putih. Kakang said : “I can still smell her.”

In the end, Tata kembali ke rumah. Dan mereka mulai memperbaiki hubungan mereka, penyerbukan tetep dijalankan :-D dan yang paling seru adalah mereka mengadopsi anak.

Menurut Tata, ini adalah komitmen mereka.

"Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.
Will you still love them, then?
That?s why you need commitment.
Don?t love someone because of what/how/who they are.
From now on, start loving someone, because you want to."

Jleb. Novel ini mungkin hanya contoh kecil dari berbagai masalah dalam rumah tangga. Ketika seseorang tidak seperti yang kamu harapkan, masihkah kamu mencintainya? *uhuk*. Bener kata Ninit Yunita, start loving someone because you want to.


Baiklah. Yang mau dicintai manah,kaka? Rrrrr. Oiya, yang membuat saya selalu suka novel ini karena covernya cantik sekali. Warna ungu :)

#NowPlaying Dari Hati - Club Eighties

cheers,


inar

Kamis, 05 Januari 2012

Happy Nu Year 2012. Welcome Baby Kayla!

30 Desember 2011, sekitar pukul 22.00 WIB, saya dikagetkan dengan sms Kak Nilda tentang kondisi kehamilannya. Katanya, denyut jantung kurang baik, cenderung melambat setelah di-uji dengan interval waktu tertentu. Sehingga Kak Nilda harus diinfus dan dibantu dengan oksigen. Jika sampai besok pagi tidak membaik, maka harus operasi. Sebelum tidur, saya sempatkan untuk sholat 2 raka'at semoga sang Ibu dan anaknya selamat.

Esok paginya, 31 Desember 2011, pukul 10.30 WIB, dapat sms dari Kak Nilda "Say, alhamdulillah jam 8 lewat, bayinya lahir. alhamdulillah sehat". Terharu banget. Segera saya menginfokan ke teman-teman yang dekat juga sama Kak Nilda dan beberapa dosen via BBM. Oiya, baby ini lahir 2 minggu lebih awal.

Tak sabaran untuk melihat little baby and nu mom, padahal jarak tempat tinggal ke RS. PHC Surabaya cukup jauh. Ditambah lagi hujan yang gak jelas naik turunnya #ehhhh

Sampai di RS, speechless liat bayi yang amat cantik. Alis dan mata mirip Kak Nilda, tapi kulit dan wajahnya mirip Abang (Suami Kak Nilda). Btw, pas pertama masuk ruangan tempat Kak Nilda dirawat, kalimat pertama yang dia lontarkan ke saya adalah : "Sakiiiiiit, Irma!". Hahaha.

Here it is. The Baby !

31 Desember 2011, 08.14 WIB. Kayla.

Kayla : sleeping beauty


Seandainya bukan karena memikirkan tesis, saya bakalan tinggal sampai malam tahun baru di RS. Bersama Kak Nilda dan Kayla. Oiya, sampai saya ke RS untuk kedua kalinya, 2 Januari 2012, Kayla sebenarnya belum ada nama. Tapi saya memanggilnya "Kawai". Hahaha. Gara-gara keseringan nonton Chibi Maruko-Chan.

2 Januari 2012, sepulang dari Gresik, saya sempatkan mampir lagi ke RS. Oh my God, Kayla makin kelihatan cantiknya. Senengnyaaaa.

Liat alis dan matanya, ini persis Ibunya :)


Btw, wanna see Kayla's mom? Ini foto pas lagi ngumpul sama dosen-dosen TI Unhas yang kebetulan lagi menggelandang ke Surabaya :-D

Ki-Ka : Kayla's Mom and Me

Semoga Kayla jadi anak yang cerdas, berbakti pada orang tuanya, cantik, dan kece *hahaha* selalu. Miss you, baby girl.

Cheers,


inar