Welcome


Jumat, 08 Juli 2011

Melipir ke Kenjeran Park



Nah, ini adalah kali pertama saya ke Kenjeran Park. Ketika memutusan untuk main kesini, saya membayangkan pantai Kenjeran yang biasa-biasa saja. Tidak terbayangkan akan seperti ini hasilnya #lebay. Baca entri terbaru sebelum ini kan? Baca dulu dong :D Setelah dari Monumen Kapal Selam, saya dan Ratih melanjutkan perjalanan ke Kenjeran Park.

Pantai Ria Kenjeran Park atau yang biasa dikenal dengan KenPark. Wah, ini tempatnya sangat cantik. Sayangnya, reputasinya menurun, jadi tempat pacaran, dan kurang terawat. Padahal aslinya, KenPark ini amaaat cantik.
Masuk di KenPark bisa melalui dua gerbang ; Gerbang I dan II. Di KenPark ini, kita bisa memilih mau menikmati wisata pantai, wisata religi, dan wisata olahraga. Kalau olahraga, ada tempat untuk motor reli atau go-kart.

Di pintu depan, Gerbang I kita sudah disambut dengan bangunan seperti di China Town. Ornamen-ornamen yang cantik, ukiran naga di dinding dan warna-warna terang seperti merah, orens, dan kuning akan menghiasi pandangan kita.


Tiket masuknya terjangkau kok. Satu pengunjung membayar Rp 2.500. Kalau menggunakan mobil tarifnya Rp 10.000/kendaraan dan kalau menggunakan motor tarifnya Rp 5.000/kendaraan. Jam bukanya? 24 jam :D Sebenarnya saya kaget dengan KenPark ini. Hahah. Gak nyangka ada tempat seperti ini, deket pula dengan area kost-kostan saya.

Setelah masuk ke KenPark, silahkan dipilih mau merasakan hiburan yang mana :D Di sepanjang jalan, akan terlihat lampion-lampion merah dan penjual souvenir yang terbuat dari kerang. Angin pantai Kenjeran dan pemandangan pantai juga akan menemani di awal perjalanan. Penjual makanan juga rame, ada yang jualan rawon, soto ayam,dan lontong kupang. Untuk makanan terakhir, NO THANKS :D



Mulai memasuki area permainan anak, ada perosotan, ayunan, dan berbagai permainan untuk anak-anak. Ada replika buaya, badak, dan juga dinoasurus. Sore hari bisa jadi alternatif yang baik untuk menikmati KenPark. Selain angin yang sejuk, pemandangan sunset bisa jadi tujuan utama ke KenPark.




Berjalan-jalan lagi, maka kita akan masuk ke Gerbang II KenPark. Nah, yang tadi itu masuk dari Gerbang I, kalau masuk dari Gerbang II maka kita akan memasuki wisata religi. Ada semacam kuil-kuil gitu yang cantiiiik banget. Ketika saya berkunjung, tidak ada pengunjung yang benar-benar ingin berwisata. Tapi sekelompok ABG yang..pacaran dan foto-foto :nohope:

Sayangnya, tempat seindah ini reputasinya jadi menurun karena identik dengan "tempat pacaran". Bahkan di area bermain ada tulisan " Dilarang berbuat asusila".
Padahal kondisi bangunan-bangunan disana, so far, masih bagus kok. Masih kokoh. Untuk penikmat suasana-suasana etnik seperti saya, Kenjeran Park cukup memukau. Disambut dengan suasana seperti di China Town, ditawari dengan souvenir dari kerang-kerang laut, tiupan angin cukup menghibur untuk wisata "tak terduga" saya hari itu.

Beberapa foto indah di KenPark :



Udah liat foto-fotonya, kan?
Seperti di luar negeri.

Menyenangkan, bukan?
Happy holiday, people^^





Cheers,

inar


"Menyelam" di Monumen Kapal Selam

7 Juli 2011, bareng Ratih main ke Monumen Kapal Selam atau yang biasa disingkat dengan Monkasel. Ini adalah kunjungan kedua saya ke Monkasel. Tahun lalu, bersama Yuli :-)

Monkasel adalah museum kapal selam KRI Pasopati 410, milik armada Angkatan Laut Republik Indonesia. Dari keterangan yang ada di Monkasel, kapal selamnya merupakan buatan Uni Soviet tahun 1952.
Kapal selam ini pernah terlibat dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda *Belanda ini ngefans ama Indonesia yak?*.



Singkat cerita, kapal selam ini kemudian dibawa ke daratan untuk dijadikan monumen sebagai simbol untuk memperingati keberanian pahlawan-pahlawan Bangsa Indonesia.
Di dalam kapal selam, kita akan diperlihatkan ruangan-ruangan para kru kapal selam. Ruangannya sempit-sempit,cin. Mungkin ga bisa baca novel sambil ngopi kali ya? *eh*
Ada ruang komando, ruang diesel, ruang komunikasi dan beberapa ruang khusus untuk para kru.





Di Monkasel, tidak cuma kapal selam saja yang bisa dinikmati, ada pemutaran film atau yang biasa dikenal dengan Vidio Rama. Film ini akan memperlihatkan perjuangan dan peperangan yang terjadi di Laut Aru.


Monkasel terletak di Jalan Pemuda, di samping Plaza Surabaya. Jadi kalau udah capek dan kepanasan, silahkan "pendinginan" di Plaza Surabaya. hehehe. Oiya, di depan Monkasel itu ada taman bunga loh. Saya lupa apa namanya :(. Sebenarnya, setelah dari Monkasel, mau langsung nyebrang ke taman bunga itu. Tapi karena saya masih trauma menyebrang (2 tahun lalu pernah ditabrak sampai terpental 2x), maka niat itu sirna sudah *halaaah*





Di setiap dinding-dinding Monkasel, ada lukisan-lukisan yg mengilustrasikan perjuangan di pertempuran laut, beberapa ilustrasi tentang kapal-kapal perang milik Indonesia. Dan ketika saya berkunjung ke Monkasel, banyak-banyak anak-anak SD/SMP yang berkunjung bersama rombongan sekolahnya. Ada juga 1 keluarga yang dari Aceh.

Liburan yang menyenangkan dan mendidik, bukan?

Cheers,

Inar