Welcome


Rabu, 13 Juni 2012

Karena Bersama Itu Indah : Sebuah Renungan Pagi

Hei, readers. I'm a bad writer. I know. Sudah lama tidak pernah posting di blog ini *bersihin debu yang nempel*. E-mail saya yang dipakai untuk blog ini ke-hack. Damn you, hacker

Here I am, Pizza Ria Kafe, sendiri ngopi dan makan siang. Jujur, kondisi seperti ini yang bisa membangkitkan "nafsu menulis" yang lama tidak terjamah *halah*.
Pagi ini, saya merindukan sahabat-sahabat saya. Terkadang kami sering berbagi cerita, sedih, bahagia, dan tidak jarang kami sering mengakhirinya dengan sebuah pertengkaran karena egois masing-masing. Tapi tidakkah itu sebuah proses untuk bisa saling memahami? Bukankah memang dalam hidup itu tidak selamanya ada senyum dan tawa, tapi juga ada marah dan emosi?  


Pagi ini, diawali dengan BBM dari Ratih. Kami bercerita tentang apa yang kami pikirkan. Seperti biasanya kami, selalu saling memberi kabar masing-masing. Terkadang melalui chat ber-4 bareng Yuli, Putri, Saya, dan juga Ratih. Tapi pagi ini Ratih cukup memberikan shock-therapy, ketika dia bercerita singkat tentang tujuan-tujuannya hingga saat ini. Ceritanya seperti menjadi sentilan buat saya sendiri. Apa yang saya lakukan saat ini, sebenarnya dimotivasi oleh siapa dan untuk apa? Dengan apa yang telah saya capai sekarang. kepada siapa harus saya perlihatkan? Kamu kah, wahai pembaca? Dan kemudian, saya teringat dengan BBM Yuli yang bunyinya seperti ini : "Bersalah sama orang tua? Itu sedekah mereka. Doain mereka banyak rejeki.". Saya bukan tipe orang yang ketika membaca sms/BBM langsung membalas dengan cepat, tapi saya mencoba memikikan kata-kata yang ada di SMS/BBM tersebut. Kata-kata Yuli, seperti angin yang menjawab mengapa hari ini begitu panas dan gerah. 
Begitupun dengan Putri, selalu mengingatkan untuk senantiasa berpikiran positif ke siapapun. Husnudzon. 


Mereka selalu mengingatkan saya, dan selalu untuk selalu mengingatkan. Saya yang keras, Yuli yang konsisten, Ratih yang teguh, dan Putri yang lembut. Yang selalu saling mengingatkan bahwa dunia ini luas dan dunia ini penuh perjuangan, yang selalu mendengar ketika salah satu dari kami sedang dilanda "galau", dan yang selalu memarahi satu sama lain jika salah satu dari kami terindikasi mengalami "penyakit hati".

BBM Ratih pagi ini yang cukup membikin kaget : "Mbak emang bisa jadi tempat bersandar :-D". Saya pun tidak merasa seperti itu, hanya wujud rasa sayangku kepada Ratih, kepada mereka yang juga menyayangiku, dan selalu ada jika saya butuh.


Banyak hal dalam dunia ini yang sulit dibeli dengan uang, ya itulah Persahabatan.




Putri - Saya - Ratih - Yuli | Our Master Graduation March 2012



Cheers,


-inar-