Bawa sepeda bisa, tapi kalau motor gak bisa :hammer:. Saya cuma bisa mengendarai mobil. Jadilah saya pelanggan setia Angkot (di Surabaya) / Pete-Pete (di Makassar). Route of Angkot in Surabaya
This piture taken from : http://shintascorner.wordpress.com/2010/10/01/angkot-merak-yang-full-music/
Setelah seharian nyari souvenir (visit another entry : SOUVENIR HUNTER), pulang ke rumah naik angkot. Di angkot masih dikit penumpang, karena angkotnya baru keluar dari persinggahannya (link rute angkot Surabaya) *halaah*. Ada yang lucu dari angkot yang saya tumpangi, ada tulisan ini :
See. Jauh-dekat 3.000. Ironisnya, tadi pas ke PGS (I told u before, to read my entry “SOUVENIR HUNTER") saya bayar Rp 4.000! Ya.. 4rebu! Sh*t! beda 1rb emang, tapi kalau semua penumpang disuruh bayar 4rb dan ketentuannya adalah 3rb apakah itu tidak keterlaluan? :-D cari uang sih cari uang. Tapi please..be honest. Mungkin orang lain ikhlas-ikhlas saja, tapi tidak dengan saya. He he he.
Kadang-kadang emang ada beberapa sopir angkot yang ngasih tarif yang sifatnya “unwritten/unspoken tariff”. Itu sering terjadi, missal kalau tempat kita naik angkot dan tempat berhenti jaraknya dekat pasti tarif nya dikurangi. :-D Dan, ketika pulang dari PGS, singgah dulu ke Natasha Skin Care. Jarak Natasha ke kosan saya cukup dekat. Tarif normal 3rb, tapi bayar Cuma 2rb.
So? 4rb yang tadi terbayarkan dengan 2rb ketika pulang. Ha ha ha. Jauh dekat tidak sama dengan 3000.
Love,
Inar
